terapi musik dan terapi gelombang otak

Terapi Musik Perawatan Pasca Stroke

 

Nama Produk CD : Stroke Recovery

Keterangan

:

Terapi musik dan stimulasi gelombang otak untuk membantu mempercepat penyembuhan dan pemulihan pasca serangan stroke. Dibuat bedasarkan penelitian ilmiah.

Cara Penggunaan

:

Diputar dengan speaker di ruang pasien selama bangun ataupun tidur. Tidak ada batasan waktu, boleh diputar kapan saja. Semakin banyak semakin bagus. Volume rendah saja, sekedar bisa didengar oleh pasien.

Harga

:

Rp. 140.000,-

 

Terapi Musik Perawatan Pasca Stroke

 

 

Seperti pernah dilansir oleh kantor berita Reuters, London - Bahwa alunan musik dapat mempercepat pemulihan penderita stroke, demikian hasil riset yang dilakukan tim peneliti dari Finlandia.

 

Penderita stroke yang rajin mendengarkan musik setiap hari, menurut hasil riset itu, ternyata mengalami peningkatan pada ingatan verbalnya dan memiliki mood yang lebih baik ketimbang penderita yang tidak menikmati musik.

Musik memang telah lama digunakan sebagai salah satu terapi kesehatan, namun penelitian yang dimuat dalam jurnal Brain itu adalah riset pertama yang membuktikan efeknya pada manusia.

"Temuan ini adalah bukti pertama bahwa mendengarkan musik pada tahap awal pasca stroke dapat meningkatkan pemulihan daya kognitif dan mencegah munculnya perasaan negatif," kata tim peneliti.

Stroke, yang muncul saat aliran darah ke otak tersumbat, dapat membuat jaringan otak tak berfungsi. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama kematian dan kelumpuhan permanen di dunia.

Riset tersebut melibatkan 60 orang sukarelawan yang baru saja mengalami stroke pada pembuluh darah tengah (middle celebral artery) di belahan kanan dan kiri otak. Stroke semacam ini dapat mempengaruhi kendali motorik, kemampuan bicara dan sejumlah fungsi kognitif lainnya.

Para sukarelawan itu kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diminta mendengarkan musik yang dirancang khusus setiap hari, sementara kelompok yang lain tidak mendengarkan musik apapun.

Tiga bulan pasca serangan stroke, kelompok pendengar musik dan buku audio menunjukkan peningkatan pada ingatan verbal mereka, masing-masing 60 persen dan 18 persen lebih baik ketimbang kelompok lainnya.

Kemampuan dalam memfokuskan perhatian juga meningkat 17 persen pada mereka yang mendengarkan musik, ungkap Teppo Sarkamo, ahli psikologi pada Unit Riset Otak Kognitif Universitas Helsinki yang mengepalai riset tersebut.

Musik ditengarai dapat mengaktifkan mekanisme pada otak yang memperbaiki dan memperbarui jaringan syaraf pasca serangan stroke, kata Sarkamo.

Menurut dia, riset-riset lain diperlukan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi pada otak. Namun temuan ini, tambahnya, telah memperlihatkan bahwa musik dapat digunakan sebagai salah satu terapi tambahan yang murah dan mudah bagi penderita stroke.
 

Dan untuk membantu saudara-saudara yang mengalami stroke, kami telah membuat CD Stroke Recovery. Sebuah CD Terapi Musik yang dirancang khusus untuk membantu proses pemulihan pasca serangan stroke.

 

Banyak orang telah terbantu dengan CD ini. Apabila keluarga atau teman Anda ada yang menderita stroke, tidak ada salahnya memberikan CD ini sebagai hadiah istimewa. Di bawah ini beberapa testimoni dari pengguna CD Stroke Recovery.


 

Saya membelikan kakak saya CD Terapi Musik untuk penyembuhan pasca stroke karena beberapa waktu yang lalu dia baru keluar dari Rumah Sakit akibat terserang stroke selama dua minggu. Saya ingin agar dia bisa lekas sembuh dan tidak kambuh lagi. Setelah hampir satu bulan dia sekarang sudah mulai belajar berjalan lagi. Mudah-mudahan dia bisa benar-benar sembuh dan terbebas dari stroke.

Kusmadi, Ternate Maluku Utara.

 

Pasca serangan stroke yang saya alami saya benar-benar seperti orang lumpuh karena hanya bisa berbaring di tempat tidur. Setelah istri saya membelikan saya CD Terapi Musik untuk stroke, akhirnya sekarang saya sudah bisa sedikit-sedikit jalan kaki dan mulai kepingin bisa keluar rumah. Bahkan senang sekali saya sekarang bisa ngetik dengan lancar hingga bisa menulis email ini.

M. Hadani Robbi, Blitar Jawa Timur.